Dalamkonteks pengembangan karakter kebangsaan Indonesia, setiap kelompok masyarakat Indonesia wajib berperilaku sukarela dan ikhlas dalam menginternalisasikan nilai-nilai dari empat pilar kebangsaan, yaitu: Pancasila, Pembukaan UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia ke dalam kepribadian dan jati diri masing-masing. PengertianNasionalisme Menurut Para Ahli. Beberapa ahli mengemukakan pandangannya mengenai pengertian nasionalisme. Berikut ini diantaranya: 1. Menurut Ernest Renan. Nasionalisme adalah kehendak untuk bersatu dan bernegara. 2. Menurut Otto Bauar. Nasionalisme adalah suatu persatuan perangai atau karakter yang timbul karena perasaan Salingmenghormati budaya harus dikembangkan. Tujuannya agar budaya bangsa Indonesia tetap lestari. Pelestarian budaya bangsa harus dilandasi dengan kesadaran yang tinggi tanpa tanggung jawab apapun. Oleh karena itu, beragam suku dan budaya di Indonesia dapat menjadi satu negara. Penting untuk dibaca: 1. Apa yang dimaksud dengan etos kerja dan 18karakter yang perlu kalian ketahui adalah karakter-karakter yang harus kita jalankan dalam kehidupan sehari-hari, kadang kita selalu menghina orang, tidak menghormati orang, mencuri, dan lain sebagainya. Itu adalah pebuatan seorang anak yang tidak tau apa itu karakter yang baik. Disini kita akan membahas 18 karakter yang perlu kalian ketahui. Secaragaris besar fungsi pendidikan karakter bangsa adalah sebagai berikut: seperangkat nilai yang relevan dikembangkan dan/ atau dikemas sebagai nilai-nilai dasar dari pendidikan budaya dan karakter bangsa, terdapat 18 nilai-nilai karakter yang dapat di kembangkan sebagai berikut Contohnya adalah sikap keterbukaan dapat dikembangkan Dịch VỄ Hį»— Trợ Vay Tiền Nhanh 1s. - Istilah karakter dapat diartikan sebagai sistem daya juang, daya dorong, daya gerak, dan daya hidup yang berisikan tata nilai kebaikan akhlak dan moral dalam diri manusia. Karakter inilah yang melandasi pemikiran, sikap, dan perilaku manusia. Sementara itu, karakter bangsa adalah akumulasi atau sinergi dari karakter individu warga bangsa yang berproses secara terus menerus dan kemudian bangsa Indonesia adalah nilai-nilai kehidupan nyata bangsa Indonesia yang merupakan perwujudan dan pengamalan juga Komunitas dan Pembentukan Karakter Bangsa Untuk mewujudkan dan membentuk karakter bangsa Indonesia, diperlukan nilai-nilai yang harus ada dalam setiap warga negara. Nilai-nilai yang membentuk karakter bangsa Indonesia adalah Keimanan dan Ketakwaan Manusia yang bertakwa adalah manusia yang melaksanakan perintah Tuhan Yang Maha Esa dan menjauhi larangan-Nya. Contohnya adalah melaksanakan ibadah, selalu berbuat kebaikan, menjaga hubungan baik dengan sesama, menjauhkan diri dari perbuatan dosa, dan lain-lain. Kejujuran Menumbuhkan sikap dan perilaku sesuai nilai dan normal dengan berkata dan berbuat apa adanya. Kedisiplinan Kepatuhan seseorang terhadap norma dan peraturan yang berlaku, baik peraturan yang dibuat pemerintah maupun peraturan adat istiadat yang berlaku di masyarakat. Keikhlasan Menumbuhkan sikap dan tindakan setia yang secara sadar berbuat sesuai dengan hati nurani tanpa pamrih. Tanggung Jawab Setiap tugas dan kewajiban selalu diikuti oleh tanggung jawab, baik tanggung jawab secara moral kepada Tuhan YME maupun tanggung jawab terhadap sesama manusia. Persatuan Menempatkan kepentngan bangsa di atas kepentingan pribadi atau golongan. Persatuan dan kesatuan diwujudkan dengan mengedepankan pergaulan berdasarkan Bhineka Tunggal Ika. Saling Menghormati Wujud sikap saling menghormati digunakan sebagai perekat budaya atau tradisi yang berbeda antardaerah. Toleransi Dalam kemajemukan, agar terpelihara kerukunan dan kedamaian dalam kehidupan bermasyarakat, perlu dikembangkan nilai toleransi. Contohnya adalah sikap menahan diri, sabar, dan lapang dada. Gotong Royong Pekerjaan yang dilakukan bersama-sama tanpa pamrih untuk menyelesaikan suatu kegiatan yang hasilnya bermanfaat bagi semua orang dan dilandasi rasa kekeluargaan. Musyawarah Proses pengambilan keputusan yang dilakukan atas dasar kesepakatan bersama untuk menyelesaikan suatu permasalahan. Musyawarah menjadi akar demokrasi di Indonesia. Kerja Sama Ciri khas masyarakat Indonesia yang diwujudkan dalam berbagai kehidupan, mulai dari lingkungan, keluarga, masyarakat, bangsa, dan negara. Ramah Tamah Sifat dan sikap baik budi dan santun dalam tutur kata serta perbuatan dalam bergaul di tengah masyarakat. Keserasian Kesejahteraan dan kebahagiaan hidup manusia dapat dicapai apabila terjadi keseimbangan hak dan kewajiban dalam membina hubungan antara dirinya dengan Tuhan, dengan sesama manusia, dan dengan lingkungan. Patriotisme Sikap mental yang dilandasi oleh rasa cinta, siap membela dan rela berkorban untuk tanah air, bangsa, dan negara. Kesederhanaan Sikap mental yang rendah hati dalam tingkah laku dan tutur kata yang selalu bersahaja. Martabat dan Harga Diri Tingkatan harkat kemanusiaan dan kedudukannya yang terhormat. Harga diri adalah nilai diri dan nilai kemanusiaan yang melekat. Kerja Keras Upaya yang dilakukan sungguh-sungguh dalam mencapai sesuatu yang diharapkan. Pantang Menyerah Sikap tangguh dan terus berjuang meskipun menghadapi berbagai rintangan, hambatan, dan tantangan. Referensi Nuswantari. 2019. Pendidikan Pancasila Membangun Karakter Bangsa. Yogyakarta Deepublish Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mari bergabung di Grup Telegram " News Update", caranya klik link kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Anak-anak penerus bangsa harus menjaga karakter bangsa tetap ada. Foto Ist Kita harus tetap menjaga karakter orisinal bangsa. Indonesia yang Berjaya adalah Indonesia yang bangga akan karakter Pancasilais. Karena jika kita kehilangan karakter bangsa, kita dapat mengalami kehilangan jati diri. JIKA kita membuka media sosial saban hari ditemukan adanya ujaran kebencian, fitnah, ataupun berita palsu hoax. Bahkan terdapat sejumlah elite politik bangsa yang tidak segan-segan menyebarkan kebencian ataupun penghinaan pribadi di depan publik. Kita bertanya, di manakah karakter bangsa Indonesia yang terkenal santun dan penuh kekeluargaan? Berdasarkan definisinya karakter merujuk pada pengertian watak atau perangai batin, bermakna bentuk pribadi tingkah laku/budi pekerti. Karakter bangsa dimengerti sebagai tata nilai budaya dan keyakinan yang mengejawantah dalam kebudayaan suatu masyarakat dan memancarkan ciri-ciri khas keluar sehingga dapat ditanggapi orang sebagai kepribadian masyarakat tersebut. Nilai-nilai yang perlu diharapkan untuk mencapai pembangunan karakter bangsa yakni kewargaan citizenship, dapat dipercaya trust worthiness, kemandirian self reliance, kreativitas creativity, gotong royong collaboration, saling menghargai mutual respect. Nilai-nilai ini digali dari Pancasila kemudian ditanamkan melalui pendidikan karakter secara formal maupun informal. Pancasila adalah karakter khas bangsa Indonesia. Karena Pancasila merefleksikan karakter bangsa Indonesia yang merupakan kumpulan dari karakter anak bangsa yang majemuk/beragam/pluralistik dari Sabang sampai Merauke dari Miangas sampai Rote. Itulah alasan Pancasila juga disebut performance jati diri bangsa. Maka, pendidikan karakter perlu menegakkan Pancasila sebagai asas bersama. Pendidikan karakter dalam kerangka Pancasila berusaha mewujudkan kemanusiaan yang adil dan beradab, persatuan Indonesia, demokrasi permusyawaratan, dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Perjuangan itu dilandasi oleh spirit moralitas yang berdasarkan Ketuhanan yang Maha Esa. Artinya, perjuangan demi bangsa dan negara juga merupakan perjuangan rohani baca kontribusi spiritual. Kita harus tetap menjaga karakter orisinal bangsa. Indonesia yang Berjaya adalah Indonesia yang bangga akan karakter Pancasilais. Karena jika kita kehilangan karakter bangsa, kita dapat mengalami kehilangan jati diri. Soekarno berkata ā€œBangsa ini harus dibangun dengan mendahulukan pembangunan karakter…Kalau tidak dilakukan, maka bangsa Indonesia menjadi bangsa kuli!ā€ Salam Redaksi Karakter adalah hal yang sering kita dengar dalam kehidupan sehari-hari. Karakter berkaitan erat dengan seseorang. Karakter dapat pula menjadi ciri chas yang membedakan manusia satu dengan yang lainnya. Tak heran bila karakter satu dan yang lainnya berbeda. Karakter sering kali dikaitkan dengan perilaku seseorang. Maka apabila perilaku seseorang baik maka baik pula karakternya pun sebaliknya. Seringkali katakter menjadi tolok ukur unutuk menilai seseorang. Karakter merupakan sesuatu yang melekat pada diri seseorang. Seiring berkembanya waktu bayak istilah yang berkaitan dengan karakter. Maka dari itu artikel ini kan mengulas tentang pengertian karakter, macam dan contohnya. Karakter dalam kehidupan sehari-hari sering disama artikan dengan sifat, watak, ataupun kepribadian. Jika ditelusuri lebih jauh makna setiap istilah tersebut sangat berbeda. Karakter dapat dibentuk dengan proses pembelajaran, baik pembelajaran di rumah, di sekolah maupun di dalam contoh lingkungan masyarakat. Karakter seseorang dapat terbentuk tentu ada peran dari erbagai pihak seperti keluarga, guru, dan teman sebaya. Seringkali karakter seseorang akan mencerminkan perilakunya. Seperti bila seseorang sering melakukan hal-hal baik, sopan dalam berbicara suka menolong, menghargai sesama maka orang tersebut dapat dikatakan sebagai orang yang berkarakter baik, demikian sebaliknya. Maka tak heran jika karakter menjadi ukuran untuk menilai perilaku seseorang. Karakter orang satu dan yang lainnya tentu berbeda sehingga banyak macam karakter yang dapat kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari. Pengertian Karakter Karakter adalah akhlak atau budi pekerti, tabiat, sifat-sifat kejiwaan yang menjadi ciri khas seseorang dan membedakanya dengan yang lain, dan watak. Seseorang yang berkarakter ialah orang yang berwatak, bersifat, berperilaku, bertabiat, atau berkepribadian. Sehingga makna karakter identik dengan kepribadian atau akhlak. Sehingga dalam etimologinya kata karakter Inggris character secara etimologis, berasal dari bahasa Yunani Greek, yaitu charassein yang memiliki arti ā€œto engraveā€ Ryan and Bohlin, 1999 5. Kata ā€œto engraveā€ bisa dimaknai mengukir, melukis, memahatkan, atau menggoreskan. Pengertian Karakter Menurut Para Ahli Berikut adalah beberapa makna karakter murut ahli Maxwell Menurut Maxwell karakter memiliki arti yang jauh lebih mendalam dari sebuah ucapan. Karakter menurut Maxwell merupakan suatu pilihan yang akan menentukan kesuksesan seseorang. Sehingga menurut pendapat ini karakter akan mempengaruhi keberhasilan seseorang dimasa depan. Maka seseorang harus pandai dalam memilih karaternya. Wyne Sedangkan menurut Wyne karakter merupakan suatu cara atau teknis tentang bagaimana memfokuskan pengaplikasian nilai-nilai baik dalam setiap perbuatan atau tingkahlaku. Pendapat ini menekankan bahwa karakter adalah penanaman nilai kebaikan dalam kehidupan sehari-hari. Kamisa Menurut Kamisa karakter didefinisikan sebagai sebuah sifat-sifat kejiwaan. Budi pekerti dan akhlak yang dapat menjadikan seseorang berbeda dari yang lainnya. Sehingga berkarakter dapat dimaknai sebaigai seseorang yang mempunyai watak atau kepribadian. Doni Kusuma Menurut Doni Kusuma karakter didefinisikan sebagai suatu ciri, sifat, gaya, atau karakteristik dalam diri seseorang yang dibentuk maupun didapatkan dari lingkungan yang ada disekitarnya. Jadi berdasarkan pendapat ini lingkungan akan mempengaruhi karakter seseorang. Saunders Menurut Saunders karakter adalah sifat nyata yang berbeda yang dimiliki setiap ndividu. Karakter dapat dilihat dari berbagai sudut pandang yang ada di dalam pola perilaku individu. Sehingga karakter setiap individu akan berbeda satu sama lain. Gulo W Makna karakter menurut Gulo W yaitu suatu kepribadian yang dilihat dari sebuah titik tolak moral. Pada umumnya karakter memiliki kaitan dengan dengan sifat-sifat yang relatif tetap. Oleh karena itu lah karakter terkadang disama artikan dengan sifat seseorang. Alwisol Pengertian karakter menurut Alwisol adalah gambaran tingkah laku yang dilakukan dengan mengedepankan nilai secara implisit maupun secara eksplisit. Sejatinya karakter berbeda dengan kepribadian yang tidak berkaitan dengan nilai-nilai. Likona Menurut Lickona, karakter yang mulia good character meliputi beberapa aspek yaitu pengetahuan tentang kebaikan, yang kemudian menimbulkan komitmen niat kepada kebaikan, yang akhirnya benar-benar melakukan kebaikan tersebut. menurut Likona, karakter merujuk kepada serangkaian pengetahuan cognitives, sikap attitides, motivasi motivations, perilaku behaviors dan keterampilan skills. Macam Karakter dan Contohnya Di dunia ini banyak macam karakter yangdapat ditemui. Di negara Indonesia sendiri sekara khusus Kementerian Pendidikan Nasional Indonesia merumuskan 18 karakter yang harus ditanamkan dalam diri warga Indonesia, terlebih siswa, dalam upaya membangun dan menguatkan karakter bangsa. Berikut adalah penjelasan 18 karakter tersebut Religius Religius merupakan karakter pertama yang harus ditanamkan. Religius merupakan sikap dan perilaku patuh dalam menjalankan ajaran agama yang dipeluknya, sikap toleran terhadap pelaksanaan ibadah agama lain, dan hidup rukun dan karmonis dengan pemeluk agama lain. Contoh Karakter Religius Di dalam perilaku sehari-hari kita harus melaksanakan kewajiban beribadah shalat 5 waktu bagi muslim, dan ibadah lainnya sesuai agam masing-masing, menghormati pelaksanaan ibadah/ritual/perayaan pemeluk agama lain, saling menjaga kedamaian dan kerukukan antar umat agama, dan lain-lain. Jujur Karakter yang berikutnya adalah jujur. Jujur merupakan perilaku yang berusaha menjadikan dirinya sebagai seseorang yang dapat dipercaya baik dalam perkataan, tindakan, maupun pekerjaan. Contoh Karakter Jujur Perilaku jujur dalam kehidupan sehari-hari adalah tidak berbohong, tidak mencotok saat ulangan, berkata apa adanya, tidak menambahi atau mengurangi cerita orang lain. Toleransi Berikutnya adalah toleransi. Toleransi adalah sikap dan tindakan menghargai perbedaan yang ada disekitar baik perbedaan agama, suku, etnis, pendapat, sikap, dan tindakan orang lain yang berbeda dari dirinya. Contoh Karakter Toleransi Toleransi dalam kehidupan sehari-hari ialah menerima perbedaan pendapat dalam rapat, tidak memaksakan kehendak pribadi. Memberikan ruang bagi umat agama lain untuk beribadah. Disiplin Karakter yang selanjutnya adalah disiplin. Disiplin merupakan tindakan yang menunjukkan perbuatan tertib dan patuh terhadap berbagai ketentuan dan peraturan yang berlaku. Contoh Karakter Disiplin Disiplin dalam kehidupan sehari-hari seperti datang tepat waktu, menggunakan seragam sesuai aturan sekolah, menyelesaikan pekerjaan tepat waktu. Kerja Keras karakter yang berikutnya adalah kerja keras. Kerja keras merupakan sebuah upaya sungguh-sungguh dalam usaha mengatasi berbagai hambatan atau permasalahan serta menyelesaikan tugas dengan sebaik-baiknya. Contoh Karakter Kerja Keras Kerja keras dalam kehidupan sehari sehari-hari ialah selalu menye;esakan tugas dengan baik, tidak mudah menyerah dengan kesulitan yang dihadapi, berani menggambil resiko Kreatif Karakter yang berikutnya adalah kreatif. Keratif merupakan sebuah pola pikir dan melakukan sesuatu untuk menghasilkan sebuah cara atau hasil yang baru dari sesuatu yang dimiliki. Contoh Karakter Kreatif Kratif dalam kehidupan sehari-hari seperti menghasilkan produk yang belum ada, melakukan eksperimen untuk membuka usaha baru, dan lain-lain Mandiri Karakter yang selanjutnya adalah mandiri. Mandiri merupakan sebuah sikap dan perilaku yang tidak bergantung pada orang lain dalam menyelesaikan tugas-tugasnya. Contoh Karakter Mandiri Mandiri dalam kehidupan sehari-hari seperti menyelesaikan tugas sendiri, tidak bergantung pada orang lain untuk melakukan sesuatu. Demokratis Yang selanjutnya adalah demokrasi. Pengertian demokrasi merupakan sebuah pola berfikir, bersikap, dan bertindak yang memandang sama hak dan kewajiban dirinya dan orang lain. Contoh Karakter Demokratif Demokrasi dalam kehidupan sehari-hari adalah melaksanakan tidak melanggar hak orang lain, tepat membayar pengertian pajak, tidak melakukan hal-hal yang merugikan diri sendiri maupun orang lain. Rasa Ingin Tahu Karakter yang berikutnya adalah rasa ingin tahu. Rasa inggin tahu merupakan sebuah sikap dan perbuatan yang selalu berupaya untuk memahami lebih lanjut dan meluas dari sesuatu yang dilihat, didengar dan dipelajarinya. Contoh Karakter Rasa Ingin Tahu Rasa ingin tahu dalam kehidupan sehari-hari seperti mencari tahu kebenaran sebuah berita, mempelajarai lebih dalam bidang ilmu yang dipelajarinya. Semangat Kebangsaan Karakter yang selanjutnya adalah semangat kebangsaan. Semangat kebangsan merupakan sebuah cara berpikir, bertindak, dan berwawasan yang menempatkan kepentingan bersama atau negara di atas kepentingan pribadi dan kelompoknya. Contoh Karakter Kebangsaan Semangat kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari seperti ikut serta menjadi relawan bencana alam, membawa nama harum negara dalam kancah internasional, mendukung pembangunan fasilitas umum. Cinta Tanah Air Cinta tanah air adalah sebuah pola berpikir, bersikap, dan berperilaku yang memperlihatan kesetiaan, kepedulian dan penghargaan yang tinggi kepada bahasa, lingkungan fisik, sosial, budaya, ekonomi, dan politik bangsa. Contoh Karakter Cinta Tanah Air Cinta tanah air dalam kehidupan sehari-hari ialah mengimplementasikan nilai-nilai pancasila dalam kehidupan sehari-har, tidak ikut serta dalam organisasi yang radikal melawan negara, menggunakan produk-produk dalam negeri. Menghargai Prestasi Menghargai prestasi merupakan karakter yang berikutnya. Menghargai prestasi adalah sikap dan perilaku yang mendorong dirinya untuk menghasilkan sesuatu yang bermanfaat bagi masyarakat, mengakui, serta menghormati keberhasilan orang lain pula. Contoh Menghargai Prestasi Menghargai prestasi dalam kehidupan sehari-hari dapat dilihat dari memberikan pujian kepada adik yang berprestasi, memberikan selamat kepada teman bila mendapat juarai, dan lain-lain. Bersahabat/Komunikatif Bersahabat atau komunikatif adalah sikap terbuka terhadap orang lain dan mampu bertukar informasi secara baik dengan lingkungan sekirat. Seseorang yang memiliki karakter bersahabat akan mudah untuk berkomunikasi dan bergaul dengan orang maupun lingkungan baru. Contoh Karakter Bersahabat/Komunikatif Bersahabat atau komunikatif dalam kehidupan sehari-hari seperti saling menegur sapa dengan teman, menolong teman yang dalam kesulitan, bersikap ramah dan sopan kepada orang tua, teman dan tetangga, dll. Cinta Damai Cinta damai merupakan Sikap dan tindakan yang mendorong dirinya untuk menja kedamaian, kerukunan dan keharmonisan dalam kehidupan baikbermasyarakat, berbangsa maupun benegara. Contoh Karakter Cinta Damai Cinta dalai dalam kehidupan sehari-hari seperti menyebarkan virus kebaikan kepada orang lain dan tidak membuat ujaran kebencian, melerai teman yang bekelahi, menyelesaikan masalah dengan musyawarah kekeluargaan, tidak main hakim sendiri, dan lain-lain. Gemar Membaca Karakter yang berikutnya adalah gemar membaca. Gemar membaca merupakan Kebiasaan mengusahakan waktu untuk membaca berbagai reverensi yang memberikan kebajikan bagi dirinya dan wawasan serta pengetahuan yang luas. Contoh Karakter Gemar Membaca Gemar membaca dalam kehidupan sehari-hari adalah membaca berita yang setiap pagi, dapat memilah bacaan yang benar adanya atau yang hanya hoax semata, membiasakan membaca buku saat waktu senggang, dan lain-lain. Peduli Lingkungan Karakter yang selanjutya adalah peduli lingkungan. Peduli lingkungan merupakan sebuah sikap dan perilaku yang berupaya mencegah terjadinya kerusakan pada lingkungan alam yang ada di sekitarnya, dan mengembangkan usaha untuk memperbaiki kerusakan alam yang sudah terjadi agar tidak semakin parah. Contoh Karakter Peduli Lingkungan Karakter pedulilingkungan dalam kehidupan sehari-hari adalah dengan memanfaatkan dan merawat fasilitas yang disediakan oleh pemerintah, membuang sampah pada tempatnya, ikut melaksanakan bekerja bakti membersihkan lingkungan sekitar, dan lain-lain. Peduli Sosial Karakter yang selanjutnya adalah peduli sosial. Peduli sosial merupakan sikap dan perilaku memberi bantuan pada orang lain dan masyarakat yang membutuhkan peduli dengan masalah-masalah sosial yang ada disekelilingnya. Contoh Peduli Sosial Peduli sosial dalam kehidupan sehari-hari dapat dilihat dari turut membantu korban bencana alam dan menggalang dana saat melakukan Car Free Day CFD, melakukan bakti sosial untuk masyarakat kurang mampu. Tanggung Jawab Yang terakhir adalah karakter tanggung jawab. Tanggung jawab adalah sikap dan tindakan seseorang untuk melakukan tugas dan kewajiban yang seharusnya dia lakukan, baik terhadap diri sendiri, masyarakat, lingkungan alam, sosial dan budaya, negara maupun terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Contoh Karakter Tangung Jawab Tanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari dapat dilihat dari menjalankan amanah yang diemban dengan sebaik-baiknya, berani bertanggungjawab apabila melakukan kesalahan, selalu melaksanakan ibadah shalat tepat waktu bagi muslim, dan lain-lain. Nah, itulah tadi pembahasan secara lengkapnya mengenai pengertian karakter menurut para ahli, macam dan contohnya. Semoga melalui tulisan ini bisa memberikan wawasan serta menambah edukasi mendalam bagi segenap pembaca sekalian. – Dalam tulisan ini, kita akan menguraikan 18 Nilai Karakter Bangsa Indonesia beserta contohnya. Pendidikan karakter penting di lakukan untuk kemajuan pendidikan moral di Indonesia. Daftar Isi 118 Nilai Karakter Bangsa Indonesia beserta ContohnyaNilai Karakter ReligiusNilai Karakter JujurNilai Karakter ToleransiNilai Karakter DisiplinNilai Karakter Kerja KerasNilai Karakter KreatifNilai Karakter MandiriNilai Karakter DemokratisNilai Karakter Rasa Ingin TahuNilai Karakter Semangat KebangsaanNilai Karakter Cinta Tanah AirNilai Karakter Menghargai PrestasiBersahabat/KomunikatifCinta DamaiGemar MembacaPeduli LingkunganPeduli SosialNilai Karakter Tanggung Jawab 18 Nilai Karakter Bangsa Indonesia beserta Contohnya Catatan buat pembacaPada setiap tulisan dalam semua tulisan yang berawalan ā€œdiā€ sengaja dipisahkan dengan kata dasarnya satu spasi, hal ini sebagai penciri dari website ini. Nilai Karakter Religius Dalam keseharian kita, kata religius sudah tidak asing lagi. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia KBBI, kata religius memiliki arti bersifat religi; bersifat keagamaan; yang bersangkut-paut dengan religi. Olehnya itu, maka sebagai negara yang religius, Indonesia memiliki Pancasila sebagai dasar negara dan simbol pemersatu bangsa yang sangat plural ini. Sila pertama Ketuhanan Yang Maha Esa menjadi dasar penyelenggaraan kehidupan berbangsa dan bernegara serta mengilhami empat sila lainnya sebagai cita-cita bangsa dan negara Indonesia. Untuk itu, umat beragama di harapkan dapat mengejawantahkan nilai-nilai religius di masing-masing agama sesuai nilai-nilai universal sila Ketuhanan Yang Maha Esa dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Selain memiliki pengetahuan akan agama dan kepercayaan yang di yakininya, umat beragama di harapkan pula dapat menerapkan nilai-nilai agama dan kepercayaannya dalam kehidupan ini. Untuk itu, maka nilai religius ini sendiri pada umumnya di bangun dari rumah, dari keluarga, terutama orangtua yang harus mengajarkan si Anak untuk mengenal agama dan hal-hal baik di dalamnya. Misalnya, seorang Ibu jendaknya dapat membantu si Anak belajar menghargai perbedaan, tidak memaksakan kehendak, melindungi yang tertindas, dan mencintai lingkungan juga di rumah. Contoh lainnya adalah sikap dan perilaku yang patuh dalam melaksanakan ajaran agamanya, toleran terhadap pelaksanaan ibadah agama lain, dan hidup rukun dengan pemeluk agama lain. Selain itu, contoh dalam perilaku sehari-hari adalah melaksanakan kewajiban beribadah shalat 5 waktu bagi muslim, dan ibadah lainnya bagi penganut agama lain, tidak menganggu pelaksanaan ibadah/ritual/perayaan pemeluk agama lain, saling menjaga kedamaian antar pemeluk agama, dll. Nilai Karakter Jujur Perilaku yang di dasarkan pada upaya menjadikan dirinya sebagai orang yang selalu dapat di percaya dalam perkataan, tindakan, dan pekerjaan. Kualitas karakter jujur dalam diri seseorang dapat terlihat dari cara seseorang dalam bersikap terhadap sesuatu hal yang jika dia berkata jujur akan merugikan dirinya, dan jika dia berkata bohong, dia akan mendapat keuntungan. Ketika dia memilih untuk berkata jujur maka, ybs menunjukkan karakter jujur untuk hal ini. Namun perlu di catat bahwa, karakter jujur dapat di sematkan pada seseorang jika secara konsisten dan dalam segala hal ybs dapat berkata sesuai adanya. Contoh perilaku jujur yang paling mendasar adalah tidak berbohong, dalam konteks peserta didik, tidak melakukan perbuatan seperti menyontek/menjiplak pada saat ujian. Nilai Karakter Toleransi Sikap dan tindakan yang menghargai perbedaan agama, suku, etnis, pendapat, sikap, dan tindakan orang lain yang berbeda dari dirinya. Contoh perilaku toleransi adalah tidak memaksakan pendapat sendiri, dan menerima perbedaan sebagai suatu keniscayaan. Nilai Karakter Disiplin Disiplin adalah suatu kondisi yang tercipta dan terbentuk melalui proses serangkaian perilaku yang menunjukkan nilai-nilai ketaatan, kepatuhan, kesetiaan, keteraturan dan ketertiban. Tindakan yang menunjukkan perilaku tertib dan patuh pada berbagai ketentuan dan peraturan. Contoh perilaku disiplin adalah datang dan pulang tepat waktu, menaati peraturan yang berlaku di semua tempat dll. Ciri ciri orang disiplin Selalu mentaati peraturantepat waktuSelalu hidup terjadwal dengan teraturSelalu melaksanakan tugas dengan baik dengan membiasakan hidup disiplin Perilaku disiplin di rumah membantu orang tuaberangkat sekolah tepat waktubelajar setiap hariTidur dan bangun tepat waktu,Merapikan tempat tidur dan kamar,Makan dengan teratur,Merapikan mainan setelah bermain,Menjaga kebersihan rumah,Menjalankan ibadah tepat waktu,Mandi pagi dan sore hari,Menjaga keamanan di rumah,Penggunaan listrik dan peralatan elektronik Disiplin yang di terapkan di sekolah Masuk sekolah tepat waktuBerbaris dengan tertibBerseragam sesuai ketentuan sekolahMenaati tata tertib sekolahMendengarkan pelajaran dengan tekunBeribadah tepat waktutidak terlambat masuk sekolahbila keluar kelas minta izinmelaksanakan tugas piketmembuang sampah pada tembatnyatidak boleh berbuat gaduh di kelas duduk dengan rapiBerlaku sopan santun Sikap disiplin di masyarakat jangan membunyikan radio atau tv keras keras pada malam harimembuang sampah pada tempat nyaberjalan di sebelah kirimematuhi rambulalu lintas di jalan umumjangan bermain layang layang di kebersihan lingkunganMenjaga keamanan lingkunganTidak mengganggu dalam bertamuHati-hati menggunakan barang milik orang lain Nilai Karakter Kerja Keras Sebagaimana telah kita ketahui bersama bahwa kerja keras adalah kunci utama untuk meraih kesuksesan dan kebahagiaan dalam hal apa pun. Sudah pasti kita memperoleh sesuatu itu bukanlah perkara yang gampang atau semudah membalik telapak tangan atau hanya dengan meminta langsung dapat, tapi sekali lagi harus dengan kerja keras. Kerja keras sama saja dengan menghargai waktu dan lebih dekat pada hasil yang gemilang. Ingat bahwa setiap orang punya jatah gagal yang harus di habiskan untuk menjadi sukses, jadi orang yang berkerja keras akan lebih cepat menghabiskan jatah gagal itu sehingga lebih cepat menuju titik sukses. Selain kesuksesan, dengan kerja keras kita juga akan mendapatkan banyak pengalaman hidup yang berharga. Rangkaian proses yang kita lalui selama kerja keras akan memberikan banyak hal yang tersimpan rapi dalam memori kita. Semua proses itu akan membuat kita lebih bijaksana, lebih bersyukur, dan lebih kita bisa berhasil menempa diri kita sehingga bisa lulus melewati serangkaian tantangan dan hambatan yang seakan menyuruh kita untuk berhenti di tengah jalan, maka kita akan memiliki mental yang teruji dan semakin kuat. Akhirnya itu akan menjadi modal besar untuk mendapatkan sukses yang lebih besar. Ini yang kemudian menjawab pertanyaan mengapa orang sukses tambah sukses, yah, karena kesuksesan pertama menjadi bekal kesuksesan berikutnya dan terus berantai seperti itu. Kerja keras merupakan tindakan yang menunjukkan perilaku tertib dan patuh pada berbagai ketentuan dan peraturan. Nilai Karakter Kreatif Kreatif berkaitan dengan berpikir dan melakukan sesuatu untuk menghasilkan cara atau hasil baru dari sesuatu yang telah di miliki. Arti dari kata kreatif’ adalah menciptakan sesuatu yang berbeda dari yang lain, atau menghubungkan hal-hal yang tadinya tidak berhubungan. Sementara arti dari kata inovatif’ adalah menciptakan sesuatu yang belum pernah ada menjadi ada atau menciptakan sesuatu yang sama sekali berbeda. Ada dua aspek penting pada kreatifitas yaitu proses dan manusia. Proses yang berorentasi tujuan, yang di desain untuk mencapai solusi suatu permasalahan. Sedangkan manusia merupakan sumber daya yang menentukan solusi. Namun memang dalam berpikir kreatif tidaklah semudah yang di bayangkan. Bagi anak-anak mungkin kreatifitas masih sangat luas karena pemikiran mereka masih di bebaskan. Tetapi semakin bertambah dewasanya seseorang, kreatifitas seakan-akan telah di kotak-kotakkan dan hal ini menjadi hambatan untuk seseorang berpikir kreatif. Hambatan-hambatan tersebut hendaknya di minimalisir atau justru di hilangkan karena dalam berwirausaha, kreatifitas sangatlah di butuhkan dan jangan sampai hambatan menjadi permasalahan yang membuat ide kreatif kita tidak berkembang. Banyak penemuan dan inovasi lahir sebagai cara pandang terhadap suatu hubungan baru dan berbeda antara objek, proses, bahan, teknologi dan orang. Untuk membantu kreatifitas, kita dapat melakukan cara pandang kita terhadap hubungan kita dengan lingkungan alam sekitar. Orang yang kreatif akan memiliki hubungan intuisi tertentu untuk dapat mengembangkan dan mengenali hubungan yang baru. Selain itu untuk dapat melakukan kreativitas agar dapat berimajinasi yang inovatif gunakanlah otak bagian kanan, sedangkan otak bagian kiri di gunakan untuk bekerja. Proses kreativitas yang inovatif meliputi pemikiran logis dan analitis terhadap pengetahuan, evaluasi dan tahap implementasi. Nilai Karakter Mandiri Sikap dan perilaku yang tidak mudah tergantung pada orang lain dalam menyelesaikan tugas-tugas. Pengertian mandiri menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah dalam keadaan dapat berdiri sendiri; tidak bergantung pada orang lain. Mandiri sinonim dengan berdikari, yakni berdiri di atas kaki sendiri dan tidak menggantungkan dengan bantuan orang lain. Ciri-ciri kemandirian menurut Gea 2002 145 ada beberapa hal, yaitu percaya diri, mampu bekerja sendiri, menguasai keahlian dan keterampilan, menghargai waktu, dan bertanggung jawab. Ciri-ciri kemandirian menurut Parker Tanggung jawab berarti memiliki tugas untuk menyelesaikan sesuatu dan di minta hasil pertanggung jawaban atas hasil adalah suatu kondisi dimana seseorang tidak tergantung kepada otoritas dan tidak membutuhkan juga mencakup ide adanya kemampuan mengurus diri sendiri dan menyelesaikan masalahnya dan kebebasan untuk menentukan keputusan sendiri, berarti mampu untuk mengendalikan atau mempengaruhi apa yang akan terjadi kepada dirinya memecahkan masalah, dengan dukungan dan arahan yang menandai, individu akan terdorong untukmencapai jalan keluar bagi persoalan-persoalan praktis relasional mereka sendiri. Sedangkan Mahmud sendiri berpendapat bahwa ciri-ciri kemandirian adalah sebagai berikut Kemampuan untuk membuat keputusan-keputusan menjalankan peranan baru yaitu perubahan-perubahan dalam peranan dan aktivitas memikul tanggung rasa percaya pada diri kejelasan pribadi yaitu berupa kemampuan benar dan salah Steinberg menyusun kemandirian dalam 3 aspek kemandirian, yaitu Kemandirian Emosi Emotional Autonomy, yaitu kemandirian yang merujuk pada pengertian yang di kembangkan anak mengenai individualisasi dan melepaskan diri atas ketergantungan mereka dalam pemenuhan kebutuhan-kebutuhan dasar dari orang tua perilaku Behavior Autonomy, yaitu kemandirian dalam perilaku bebas untuk berbuat atau bertindak sendiri tanpa Nilai Karakter Demokratis Cara berfikir, bersikap, dan bertindak yang menilai sama hak dan kewajiban dirinya dan orang lain. Nilai Karakter Rasa Ingin Tahu Sikap dan tindakan yang selalu berupaya untuk mengetahui lebih mendalam dan meluas dari sesuatu yang di pelajarinya, di lihat, dan di dengar. Nilai Karakter Semangat Kebangsaan Cara berpikir, bertindak, dan berwawasan yang menempatkan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan diri dan kelompoknya. Nilai Karakter Cinta Tanah Air Cara berpikir, bertindak, dan berwawasan yang menempatkan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan diri dan kelompoknya. Nilai Karakter Menghargai Prestasi Nilai Karakter Menghargai Prestasi merupakan sikap dan tindakan yang mendorong dirinya untuk menghasilkan sesuatu yang berguna bagi masyarakat, dan mengakui, serta menghormati keberhasilan orang lain. Bersahabat/Komunikatif Nilai Karakter Bersahabat/Komunikatif merupakan Sikap dan tindakan yang mendorong dirinya untuk menghasilkan sesuatu yang berguna bagi masyarakat, dan mengakui, serta menghormati keberhasilan orang lain. Cinta Damai Nilai Karakter Cinta Damai merupakan Sikap dan tindakan yang mendorong dirinya untuk menghasilkan sesuatu yang berguna bagi masyarakat, dan mengakui, serta menghormati keberhasilan orang lain. Gemar Membaca Nilai Karakter Gemar Membaca Kebiasaan menyediakan waktu untuk membaca berbagai bacaan yang memberikan kebajikan bagi dirinya. Peduli Lingkungan Nilai Karakter Peduli Lingkungan merupakan Sikap dan tindakan yang selalu berupaya mencegah kerusakan pada lingkungan alam di sekitarnya, dan mengembangkan upaya-upaya untuk memperbaiki kerusakan alam yang sudah terjadi. Peduli Sosial Nilai Karakter peduli sosial merupakan sikap dan tindakan yang selalu ingin memberi bantuan pada orang lain dan masyarakat yang membutuhkan. Nilai Karakter Tanggung Jawab Sikap dan perilaku seseorang untuk melaksanakan tugas dan kewajibannya, yang seharusnya dia lakukan, terhadap diri sendiri, masyarakat, lingkungan alam, sosial dan budaya, negara dan Tuhan Yang Maha Esa. Demikian 18 Nilai Karakter Versi Kemendiknas dalam upaya membangun karakter bangsa melalui pendidikan di sekolah. Baca Juga Evaluasi Pembelajaran Pendidikan KarakterImplementasi Pendidikan Karakter di SekolahBagaimana Penerapan Pendidikan Karakter di Sekolah dalam Kondisi Pandemi Covid 19?Cara Mengintegrasikan Profil Pelajar Pancasila dalam Pembelajaran Sumber rujukan Kementerian Pendidikan Nasional Demikian, semoga ada manfaat. Pendidikan karakter bukan hal baru dalam tradisi pendidikan di Indonesia. Namun, apakah kita sudah mengenal dengan baik mengenai pendidikan karakter? Pendidikan karakter merupakan bentuk kegiatan manusia yang di dalamnya terdapat suatu tindakan yang mendidik diperuntukkan bagi generasi selanjutnya. Tujuan pendidikan karakter adalah untuk membentuk penyempurnaan diri individu secara terus-menerus dan melatih kemampuan diri demi menuju kearah hidup yang lebih baik. Sedangkan menurut Lickona, pendidikan karakter merupakan suatu usaha yang disengaja untuk membantu seseorang sehingga ia dapat memahami, memperhatikan, dan melakukan nilai-nilai etika yang inti. Kementerian Pendidikan Nasional Indonesia telah merumuskan 18 nilai-nilai yang ditanamkan dalam diri warga Indonesia, khususnya siswa, dalam upaya membangun dan menguatkan karakter bangsa. 18 nilai-nilai dalam pendidikan karakter tersebut, diantaranya yaitu 1. Religius Sikap dan perilaku yang patuh dalam melaksanakan ajaran agama yang dianutnya, toleran terhadap pelaksanaan ibadah agama lain, dan hidup rukun dengan pemeluk agama lain. Contoh dalam perilaku sehari-hari adalah melaksanakan kewajiban beribadah shalat 5 waktu bagi muslim, dan ibadah lainnya bagi penganut agama lain, tidak menganggu pelaksanaan ibadah/ritual/perayaan pemeluk agama lain, saling menjaga kedamaian antar pemeluk agama, dll. 2. Jujur Perilaku yang didasarkan pada upaya menjadikan dirinya sebagai orang yang selalu dapat dipercaya dalam perkataan, tindakan, dan pekerjaan. Contoh dalam perilaku sehari-hari adalah saat seseorang diberikan suatu tugas, ia selalu menjaga sikapnya dengan tidak berbohong dengan menyontek/menjiplak tugas milik orang lain, tidak menambahkan atau mengurangi kata-kata yang sebenarnya terjadi, dll. 3. Toleransi Sikap dan tindakan yang menghargai perbedaan agama, suku, etnis, pendapat, sikap, dan tindakan orang lain yang berbeda dari dirinya. Contoh dalam perilaku sehari-hari adalah tidak memaksakan pendapat sendiri di atas kepentingan golongan, membiarkan pemeluk agama lain beribadah dengan tenang dan aman, dll. 4. Disiplin Tindakan yang menunjukkan perilaku tertib dan patuh pada berbagai ketentuan dan peraturan. Contoh dalam perilaku sehari-hari adalah menaati peraturan cara berpakaian yang sopan di tempat tertentu yang formal seperti kantor, universitas, dll., selalu datang tepat waktu saat bekerja, kuliah ataupun sekolah, dll. 5. Kerja Keras Perilaku yang menunjukkan upaya sungguh-sungguh dalam mengatasi berbagai hambatan serta menyelesaikan tugas dengan sebaik-baiknya. Contoh dalam perilaku sehari-hari adalah selalu mengerahkan usaha terbaik dalam melakukan sesuatu seperti saat mengerjakan tugas-tugas, atau berusaha mencapai impian kita, dll. 6. Kreatif Berpikir dan melakukan sesuatu untuk menghasilkan cara atau hasil baru dari sesuatu yang telah dimiliki. Contoh dalam perilaku sehari-hari adalah usaha untuk terus mengasah kemampuan diri misal dalam bidang kepenulisan, dengan mencari pengetahuan baru yang dapat melahirkan pemikiran yang inovatif kedepannya. 7. Mandiri Sikap dan perilaku yang tidak mudah tergantung pada orang lain dalam menyelesaikan tugas-tugas. Contoh dalam perilaku sehari-hari adalah mampu melaksanakan tugas sendiri bila masih dapat dilakukan sendiri, tidak selalu mengandalkan orang lain dalam menyelesaikannya. 8. Demokratis Cara berfikir, bersikap, dan bertindak yang menilai sama hak dan kewajiban dirinya dan orang lain. Contoh dalam perilaku sehari-hari adalah melaksanakan kewajiban, tidak hanya menuntut hak saja. 9. Rasa Ingin Tahu Sikap dan tindakan yang selalu berupaya untuk mengetahui lebih mendalam dan meluas dari sesuatu yang dipelajarinya, dilihat, dan didengar. Contoh dalam perilaku sehari-hari adalah mencari kosa kata Bahasa Indonesia yang belum dapat dimengerti maknanya oleh kita, dan mencaritahu kebenarannya. 10. Semangat Kebangsaan Cara berpikir, bertindak, dan berwawasan yang menempatkan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan diri dan kelompoknya. Contoh dalam perilaku sehari-hari adalah mengharumkan nama baik Bangsa Indonesia dengan menjadi relawan atau berprestasi di kancah internasional/mancanegara. 11. Cinta Tanah Air Cara berpikir, bersikap, dan berperilaku yang menunjukkan rasa kesetiaan, kepedulian dan penghargaan yang tinggi terhadap bahasa, lingkungan fisik, sosial, budaya, ekonomi, dan politik bangsa. Contoh dalam perilaku sehari-hari adalah mengamalkan nilai-nilai Pancasila dan UUD 1945 dalam kehidupan sehari-hari, karena merupakan pedoman hidup penduduk Bangsa Indonesia. 12. Menghargai Prestasi Sikap dan tindakan yang mendorong dirinya untuk menghasilkan sesuatu yang berguna bagi masyarakat, dan mengakui, serta menghormati keberhasilan orang lain. Contoh dalam perilaku sehari-hari adalah memberikan pujian kepada adik yang baru bisa memulai sesuatu yang baru baginya, memberikan selamat kepada teman bila mendapat prestasi, dll. 13. Bersahabat/Komunikatif Sikap dan tindakan yang mendorong dirinya untuk menghasilkan sesuatu yang berguna bagi masyarakat, dan mengakui, serta menghormati keberhasilan orang lain. Contoh dalam perilaku sehari-hari adalah melakukan penelitian yang bermanfaat bagi masyarakat, bersikap ramah dan sopan kepada orang tua, teman dan tetangga, dll. 14. Cinta Damai Sikap dan tindakan yang mendorong dirinya untuk menghasilkan sesuatu yang berguna bagi masyarakat, dan mengakui, serta menghormati keberhasilan orang lain. Contoh dalam perilaku sehari-hari adalah menyebarkan virus kebaikan kepada orang lain dan tidak membuat ujaran kebencian, dll. 15. Gemar Membaca Kebiasaan menyediakan waktu untuk membaca berbagai bacaan yang memberikan kebajikan bagi dirinya. Contoh dalam perilaku sehari-hari adalah membaca berita yang penting, dan dapat memilah bacaan yang benar adanya atau yang hanya hoax semata. 16. Peduli Lingkungan Sikap dan tindakan yang selalu berupaya mencegah kerusakan pada lingkungan alam di sekitarnya, dan mengembangkan upaya-upaya untuk memperbaiki kerusakan alam yang sudah terjadi. Contoh dalam perilaku sehari-hari adalah dengan tidak merusak fasilitas yang disediakan oleh pemerintah, membuang sampah pada tempatnya, ikut bekerja bakti membersihkan lingkungan sekitar, dll. 17. Peduli Sosial Sikap dan tindakan yang selalu ingin memberi bantuan pada orang lain dan masyarakat yang membutuhkan. Contoh dalam perilaku sehari-hari adalah turut membantu korban bencana alam dengan menggalang dana saat melakukan Car Free Day CFD. 18. Tanggung Jawab Sikap dan perilaku seseorang untuk melaksanakan tugas dan kewajibannya, yang seharusnya dia lakukan, terhadap diri sendiri, masyarakat, lingkungan alam, sosial dan budaya, negara dan Tuhan Yang Maha Esa. Contoh dalam perilaku sehari-hari adalah menjalankan amanah yang diberikan dengan sebaik-baiknya, berani bertanggungjawab apabila melakukan kesalahan, selalu melaksanakan ibadah shalat 5 waktu bagi muslim, dll. Adapun beberapa nilai-nilai yang menurut saya telah terinternalisasi dalam diri saya pribadi, yaitu insyaAllah Peduli Lingkungan, Rasa Ingin Tahu, Mandiri, Toleransi, Gemar Membaca, Cinta Tanah Air dan Cinta Damai. Dan insyaAllah masih ingin saya tingkatkan lagi. Daftar Pustaka Nama Rizky Nurcahyati Kelas Teknologi Pendidikan C UNJ 2017 NIM 1101617030

18 karakter bangsa beserta contohnya